it’s me !

“WHATEVER GAME YOU’RE PLAYING, TEAMWORK MAKES THE DIFFERENCE”

D’BiJiS …Ya gitu dech ! January 27, 2007

Filed under: MOVIE REVIEWS — hahnoda @ 2:19 pm

Ini cerita tentang film musik. Tapi sayang penggambaran tentang musiknya sendiri kurang diperhatikan detailnya. Bingung ngeliat dan dengerin untuk mastiin jenis musik D’BiJiS. Sampai akhir ceritapun saya masih sibuk mencari tahu jenis musiknya :D :D…

Dibanding GARASI ini menurut saya kalah jauhhh. Di Garasi masih diceritakan proses musikalitas-nya. Baik itu cari ide untuk lagu maupun lyricnya. Di film D’Bijis agak kurang. Standar aja… gak ada gregetnya. Kalaupun yang menjadi benang merah cerita adalah persahabatan, itupun juga tidak begitu kena dari jalinan cerita. Biasa aja.

Yang lumayan menghibur adalah akting Gary Iskak yang memainkan karakter bencong Krisdayanti. Lucu banget !!! Saluuttttt… Saya selalu menunggu scene dia. Gesture Gary meranin KD hampir sama. Apalagi ditambah mas Anang-nya :D :D…. sumpah lucu banget. Akting Tora, Indra, Rianti masih seperti biasa. Darius.. masih standar menurut saya.

Overall.. untuk sajian film awal tahun, film ini lumayan menghibur. Dialog-dialognya juga lumayan asik. Yang agak kurang cuma jalan ceritanya. Standar banget. Gak ada kesan khusus yang didapat setelah nonton film ini. Pokoknya setelah nonton film ini komentar saya cuma satu kalau ditanya …. YA GITTUUUU DECHH !!

 

Bila Ku Mati January 2, 2007

Filed under: DIARY — hahnoda @ 2:34 pm

Bila ku mati, kau juga mati. Bener sekali lagu si Naif. Satu-satunya pertanyaan yang tidak bisa saya jawab adalah kapan dapat jodoh atau kapan saya mati.
Saya cukup enjoy menjawab bila ada yang menanyakan kapan saya nikah (lagiankenapa sich orang-orang ribet ngurusin kapan gue kawin ??? :D :D:D….) Namun saya langsung keringet dingin bila ditanya tentang kematian. Yach karena.. satu-satunya hal yang tidak siap saya jawab adalah kapan saya mati ?

Cara orang mati pun juga berbeda-beda. Ada yang sakit, ketabrak kereta, mati dalam tidur, pokoknya kapan waktu kematian itu datang menjemput kita. Sebenarnya Tuhan telah memperingatkan kita dalam segala hal tentang kematian. Tinggal kitanya aja yang harus pintar membaca petunjuk-Nya.

Tapi kalau boleh bercita-cita bila kita maut harus menjemput, maka cita-cita gue adalah… mati dengan keadaan yang baik di jalan Allah. Baik dengan amal, baik dengan keluarga – teman ataupun musuh sekalipun *moga2 gue gak punya musuh :D *. Kalau bisa jangan meninggalkan hutang janji ataupun harta, dan yang jelas pengin mati dalam keadaan beribadah kepada-Nya. Amiin !!

Ada pertanyaan menggelitik dan akhirnya saya menemukan jawabannya, yaitu ketika kita divonis mati dalam 1 atau 2 tahun lagi (pokoknya terserah dokter dech kasih tau ijin kita sewa hidup di dunia :D …)  Wach, sebenarnya kalau tau berita seperti itu paling gak kita sudah punya persiapan (walaupun gak siap juga sich :D ..) Bagaimana Allah baiknya memberitahu kita berapa lama kita punya ijin hidup dengan penyakit yang harus kita derita. Bener tochh ??? Dengan diberitahukan penyakit kita, kita bisa intropeksi diri berpacu dengan waktu untuk segera berbuat baik, pokoknya melakukan hal yang baik-baiklah. Baik itu menyenangkan Allah ataupun orang. Nach, urusan dengan manusia-lah yang cukup pelik menyelesaikannya. Tapi bukankah kita diberi akal pikiran untuk menyelesaikan masalah.

Balik lagi keurusan mati… Siapkah saya mati besok ??? *sambil berdoa* >> Ya Allah, ijinkan aku mati dalam keadaan yang baik dan dijalanmu.

Dan satu lagi, saya yang lagi nulis blog ini adalah salah satu manusia calon mati.

Salam,

Imod ^_^